Kenangan di Ibukota

Inilah aku dengan gayaku dibilang plonga-plongo dan bahkan kadang menjijikkan memang dengan status jorok. Yang sering usil nyampah mengotori dinding anda semua. Membosankan memang tapi sarat makna.

Namun juga ingat, suatu saat aku akan menjadi sahabat kenangan setelah kulalui lautan apiku. Kau akan elukan bak ibukota yang pernah singgah di hatimu.

Tak tahu ingin memuji tentang surgaku atau mempergunjingkan nerakaku, itu terserah panjenengan sebagai saksi-saksi yang dikirim Tuhan.

Kebaikanku hanya sebuah permen, yang segera luntur manisnya. Celaku membekas bahkan menganak sungai.

Kebaikanku hanya sebuah permen, yang segera luntur manisnya. Celaku membekas bahkan menganak sungai.

foto @ lobby Ascott