Roti Tanpo Ragi

Hidup adalah proses, album lagu ini cukup mewakili separuh perjalananku. Aku memanfaatkan sela waktuku untuk mencurahkannya. Saat kerja, main, duduk, makan, mandi dll. Desain ini pun hanya dari hp yang kupegang di angkringan kucingan sambil nyruput susu jahe anget. Simpel bukan?

wanci_Gusti adalah lagu cover bhs jawa atas saran temanku yang skrg jadi pendeta. Beliau yang menguatkan dan memotivasiku. Teringat cerita itu, tentang perjalanan nabi soleman.

Melodi lagu #tds_Kendalisodo kudapatkan saat berdevosi disana. Letihnya perjalanan yang terjal, terbayarkan segera saat setelah bersujud di kakinya. Lereng lembah tuntas kudaki. Terpampang tulisan “Datanglah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.

roti_tanpo_ragi Membuang ragi dari rumah kita memberikan kita suatu pelajaran penting yang kita harus kerjakan dan tantangan yang harus kita hadapi, yakni membuang dosa dari kehidupan kita. Ragi yang seringkali sulit ditemukan mengingatkan kita bahwa kita perlu memeriksa dosa itu secara seksama di dalam hidup kita, bertobat dan mencari pertolongan Allah untuk membuangnya. (Copas gogel)

Lagu #wanci_syukur mengingatkan kita agar senantiasa bersyukur. Bahagiaku sederhana kok, yaitu saat bangun pagi masih diberi kesempatan menghirup udara ini. Walau kita menghirup udara yang sama, namun belum tentu perasaan kita sama. Kugali dari laguku yang sudah lama bersama MAS choir.

Aku gak pede untuk mempublish lagu #Gusti_ra_sare. Bolak balik kuganti lirik dan irama. Namun masih jelek menurutku. Lagu ini sudah lama tapi aku selalu menundanya. Baiklah untuk pelengkap album saja tak usah didengarkan. Demikian aku, dilahirkan untuk melengkapi dunia ini. Penuh salah dan dosa.

Uniknya album ini, karena tanpa konsep dalam pembuatannya. Alias sak-sake disela kerja. Itupun kalau ada kerjaan. Begitu suwung langsung take, gasss semangat menggebu. Tiba-tiba terhenti karena jadwal dan moody.

Oiya ada satu lagu yang belum pasti kukeluarkan yaitu #wanci_eling. Bercerita tentang kekonyolan teman-temanku. Dari dulu hingga sekarang selalu dekat dengan permainan kartu dan alkohol. Dulu teman geng plesir sekarang asrama.
Ada lirik yang menggelitik “bendino cekelane hp miring ombenane cap topi miring, penting tansah eling, ben ora sinthing”.

Ada lagi “bang kumis, matine dino kemis, mergo ketiban linggis, getune ora wis uwis, sing layat ra podho nangis, durung nganti dibabtis” adalah selorohan saat itu.

Demikianlah aku, entah apa yang telah mereka pikirkan. Sampah masyarakat atau pun apa kek terserah. Yang penting ingin mengisi sisa usia ini dengan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s