Jembatan Mungil

jembatan_mungil

Beberapa hari terakhir kau mengabadikan potret berbagai jembatan dan mengulasnya secara apik. Bahkan puluhan jembatan besar sengaja kau datangi dan berpose gagah diatas jembatan itu. Hal yang tak mudah dan butuh niat untuk semua itu.

Menyesal aku meluputkan tak ikut ngelike ataupun komen unggahanmu. Lewat dari lepas pandangku dan aku pun tak tahu kalau kamu bahkan sedang sakit. Bukannya sok kenal tapi memang teman masa kecilku yang kini lebih akrab sebagai sesama facebookers.

Kutemukan penggalan syairmu itu justru pada sebuah gambar unggahan jembatan mungil yang kau komentari seperti ini : “Aku terpana pada jembatan kecil itu, mengingatkanku pada suatu tempat nun jauh di sana seperti di dongeng dongeng. Serasa betah sekali pantat ini berlama lama bersamamu bersandar di jembatan kecil itu bercerita tentang telaga itu, hemmm … teduh segar” aku mulai paham apa maksud untaianmu.

Ternyata kau sengaja mencari jembatan itu untuk pergi tak kembali. Selamat berteduh segar di alam nun jauh itu dan itu bukan dongeng sobat. Kau telah sampai dan menang. Jangan lupa tunjukkan kepada kami jembatan pintu surgamu itu. Jembatan kecil yang kau pilih adalah kesederhanaanmu.

Selamat jalan sobat, perpisahan ini adalah awal aku akan memaknai coretan yang ternyata sangat dalam.

Terima kasih sudah mewarnai hidupku, walau sebatas di dunia maya.

RIP saudaraku Lucio Antonio.
Foto kucomot dari unggahan Alm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s