Sulungku

Sulungku

Instingnya mulai tertata, matang dalam berpikir. Lambat laun bisikan kurang percaya dirinya justru meluluhkan keras kepalaku sejalan dengan pipiku yang kian mengerut. Dahulu, kukira semua nasehatku di spam tapi kini mengumpan kembali mengingatkanku.

Yah, dia yang setia menerimaku dengan segala kekuranganku. Dia yang setia atas perkara kecil hingga besarku.

Aku yang sudah menyayanginya jauh sebelum dia hadir ke dunia. Hingga berangan tentang sejuta asa kehidupannya.

Anakku, kini saatmu, kaulah harapanku. Hidup ini keras, gebug jika perlu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s