Hari ku berlabuh di Pasar Hewan Pon Ambarawa

Hari ini aku menepi sejenak keluar dari kotaku ungaran. Yah, telingaku lagi tak ingin berdamai dengan deru mesin-mesin CB para bikers yang sedang melangsungkan pesta jambore itu. Raga ini ingin mengasingkan diri ke pinggiran menuju selatan, alamak justru kudapati jantung kota yang sesungguhnya. Berapa lama tak dengar kabar kota ini, kini melesat jauh. Menuju pabrik susu yogurt Cimory, sudah dihadang kemacetan di depan RS Ken Saras. Disini aroma glamor pun mulai sedikit tercium. Beberapa perempuan dengan rok mini dan wajah polesan menyorotkan matanya. Ramah dan tersenyum kepada kami hidung belang. Oh, … Ternyata, perempuan diperdaya. Iya diperdaya karena kebutuhan ekonomi.

Kutengok area tak nyaman itu di tepi kiri jalan. “Sabar ya, jangan bubar dulu. Tunggu aku jadi penguasa, akan ku lokalisir dalam satu area di sana jadi satu dengan kasino” pikiranku keluar batas.

Terus berjalan menyusuri kemacetan, lalu lalang segelintir buruh pabrik yang lembur keluar masuk jalanan. Puluhan industri di sekitar sini, namun sepi tak seperti biasanya karena hari libur. Ada brand perusahaan air minum bertaraf internasional, Coca-Cola yang masih gagah.

Sayang, maju sedikit kelabu menghantui. Kuingat deru mesin flexo cetak kardus itu menggilas jemariku pada 5 april 1997. Sengaja tak kutengok, namun tak bisa juga kutancapkan gas, karena lalu lintas padat merayap. Awan pun tiba-tiba menghitam menambah kelamku. Hingga kini tak sirna sakit mengganjal tangan kiriku yang buntung. Terlebih cuaca dingin seperti ini. Terus kami melaju keatas.

Nun jauh disebelah kanan sana tercium aroma tanah kelahiranku. Kepada sahabat kupamerkan : “Mau tahu nggak, itu lereng bukit yang hijau segar itu? 40an tahun yang lalu kuturun ke bumi” ucapku sombong. Hati pun mulai riang dan gembira melupakan kebisingan tadi. Bukit berbentuk seperti gajah berdiri dengan ekornya yang menghijau.

Andai kata di lereng itu terpampang sebuah tulisan besar “Kendalisodowood” akan megah tak ubahnya holywood. Di lereng itu ada 2 wisata rohani yaitu Pertapaan Kejawen serta tempat doa samadi bukit kendalisodo (TDSBK). Aktifitas doa pun mulai bergeliat disana.

Astaga, mulai berkunang-kunang mata ini, ternyata sedari pagi belum sarapan dan kuhentikan sejenak di warung merakmati depan pt Apac Inti. Disini ada gudeg merakmati yang beda dengan gudeg lainnya. Gudegnya hanya secuil, lainya daun singkong sambel krecek dan kuah (areh) santan ayam yang mencitarasai. Tak perlu kenyang, masih banyak kuliner di ujung sana.

Melanjutkan perjalanan dengan sedikit menanjak. Di sebelah kanan kulihat wisata agro yang telah berpuluh tahun berdiri. Jangan kaget kalau melihat pohon-pohon hingga begitu besar. Anda pun bisa memetik buah sendiri. Berbagai macam pohon, bibit, maupun buah tersedia disana dan buah pun bisa langsung dipetik. Kesanalah, aku tak perlu mampir ketempat itu karena dari kecil aku sudah kenyang buah ditempat itu. Ha ha ha… itu dia Hortimart. Ada shuttle yang siap menghantarmu keliling hingga ujung tandon air raksasa (embung). Kalau anda vegie, makan saja di resto sini. Harga bibit ditempat ini tergolong mahal, tapi kwalitas sangat terjamin.

Eh, bersanding persis disampingnya ada wisata baru namanya Dusun Semilir. Terbaru diantara yang ada disekitar itu. Paling gress dan viral. Kekinian banget dan intagramabel. Sudut-sudut spot memang dirancang secara matang. Konsep alam dengan memanfaatkan kayu dan bambu. Siapa sangka hanya biahan bambu bisa menghasilkan eksotika yang luar biasa? Menurutku sih ini mengusung konsep negeri sebelah (sory kalo salah). Kalau disono ada Singapore Bay Garden, nah indonesia punya Dusun Semilir ini yang mengusung stupa Candi Borobudur sebagai ikonnya. Outdoor -dengan konsep taman yang diunggulkan- sangat mengadopsi garden by the bay singapore. Kemudian konsep indor, lapak dan tenan-tenan yang dibuat ala street food, terus foodcourt, sepertinya dari negeri sebelah juga. Gila, menyuguhkan konsep kekinian diusung ke daerah yang notabenenya masih ndeso dan ternyata laris manis. Mampu menyedot wisatawan kesini. Walau sejujurnya saya eman-eman. Kenapa? Dulu tempat ini rimbun oleh pepohonan besar cengkih, durian dll, tapi ditebangi. Walau beberapa masih ada dan berdiri menjulang.

Lurus kekiri sana, setelah percetakan Gramedia group 500 meter ada pintu exit tol bawen. Strategis bukan? Kemudian 2 km lagi ada taman bermain terbesar di jawa tengah, yaitu Saloka Theme Park. Tempatnya luas, wahananya pun banyak tapi juga harus merogoh kocek. Tak perlu ke Universal Studio sana, disini pun sudah cukup mantap. Jika longgar dan cukup waktu, bisa seharian habiskan waktu disini. Saloka berbatasan langsung dengan Rawa Pening. Oiya ada kuliner muantap di dekat sini. Ayam goreng bu Toha Tuntang yang tak diragukan lagi nikmatnya.

Sorry, lagi-lagi saya sedang nggak ingin kesana. Saya ambil kekanan arah jogja. 500 meter dari terminal tergiur ingin ke kiri menuju Eling Bening, menuntaskan spot foto eksotisme rawa pening dengan pegunungan telomoyo. Karena beberapa kali terhalang cuaca yang nggak mendukung. Yakinlah, berada disini bener- benar takjub dengan lukisan alamnya yang indah. Panorama yang luar biasa. Semilir angin berasa di puncak teratas menambah romantis.

Masih banyak pilihan jika lurus kesana, ada museum kereta api, bukit cinta rawa pening, sepakung gumuk reco, Gua Maria Kerep Ambarawa dll. Jika ingin berlanjut silakan naik ke arah bandungan, ada candi gedong songo, sidomukti, taman bunga celosia dsb nggak bisa sebut satu persatu. Sebut saja di komentar dibawah sini.

He he, maaf kalau endingnya agak menjengkelkan. Aku pilih kesini saja ke Pasar Hewan Pon Ambarawa. Aku sedang ingin sekali ketempat ini.

Bau menyengat tercium sejak pintu masuk. Apa lagi kalau bukan kotoran si sapi sapi. Ratusan ekor sapi datang dan pergi. Terjadi transaksi yang luar biasa disini. Dari umur 3 bulan hingga tahunan pun ada. Sialan, mukaku kena kotoran sapi. Mereka mengibaskan ekornya hingga menyemprot ke wajahku. Tisu basah mana?

Berlanjut ke belakang ada kambing, tapi nggak sebanyak sapi. Terus kulihat kelinci, unggas, dll. Hampir semua satwa diperjualbelikan disini.

Aku pun bawa pulang 4 ekor angsa, 2 ekor enthog, 2 ekor bebek dan 2 ekor ayam. Entah tiba-tiba ingin membelinya. Berjumpa dengan hal-hal yang baru, proses tawar menawar yang tradisional dan seperti punya saudara baru dengan pembeli. “Monggo-monggo mas murah mawon” sapa pasangan yang sudah renta itu. Iya, rata-rata penjual sudah tua. Mungkin yang muda gengsi untuk jualan seperti ini. Datang aja gengsi mungkin.

Datang lagi pikiranku melayang. Disaat mati surinya jual beli face to face di pasar, ini diantaranya yang masih bisa bertahan bahkan lebih ramai. Terbukti area lebih luas dan penuh sesak berjejalan. Apa mereka nggak mengenal dunia online yang lebih praktis. Gojek, grab, tokopedia, bukalapak, etc? Yuk buka toko online sapi.

Terus menyusuri pasar, keluar dari satwa. Bau kotoran sapi menghilang, kini justru bau keringat yang datang menusuk. Berdesak-desakan dengan pengunjung dan penjual. Rame menawarkan dagangannya. Tak hanya satwa, segala macam benda pun ada. Baru pun bekas. Kulihat kerumunan dengan menggunakan pengeras suara. Kudekati, sepertinya pak cemplon yang viral di yutub itu. Ternyata bukan, tapi metodenya pun sama. Menawarkan dagangan secara unik yang menghibur.

Kuberhenti lama disini melihat system jual beli itu. Metoda apa itu. Hiburan dapat, kebutuhan tercukupi, sah, dan kekeluargaan. “Lampu ajaib” kata penjualnya mengacungkan barang sambil melawak dan mencoba keampuhannya. Pun dibanting juga. Selanjutnya dia menawarkan kepada pemgunjung “100rb … 75rb … 50rb … 25rb … 10rb …” ludes langsung beliau membagikan kepada pengunjung. Tak takut pembelinya lari nggak bayar. Kembali mengambil barang lainya dan menawarkan lagi. Begitu seterusnya. Ada yang pake corong toa, ada yang bengak bengok, dan ada yang tanps suara, yah pawang rupanya. Benar-benar konvensional.

Sayang kakiku mulai tak kuat menyangga berat badanku dan kududuk sebentar di sebuah kios. Minum es teh dan pesan mie ayam sebelum akhirnya kembali ke ungaran. Di jalan kuberpapasan dengan honda-honda CB itu. Berarti hajat mereka pun sudah selesai. Selamat ya para para bikers CB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s