Tahan kencing

sebelum menstatuskan untuk panjenengan semua, sempat sebelumnya kutitipkan salam rinduku melalui jejaring ini. Kadingaren dan emboh kenapa kok tiba2 kepikiran. Akhirnya kusaut hp dan kirum pesankan kepadanya : “Ayo, kita makan sayang?” Walau sebenarnya aku sudah kenyang. Tanpa jeda langsung pesan terbalas : “kling”
masuk kotak pesan : “bungkus saja, males dingin banget”.
pesan berikutnya : “aku dirumah aja, gak laper”.
Dan yg terakhir : “titipkan saja, aku mau rica taman unyil”.
Waduh, sontoloyo tenan iki, brahi kian tak terbendung. Kusudahi aktifitas ini. Shutdown pc, cancel meeting, langsung ambil kunci mobil injak gas ngeng … ngeng melesat menghampiri si buah hati. Begitu sampai depan rumah aku ambil hp dan kupesankan lagi lirih kpd mereka : “sayang, … papa dan mama dah di depan rumah ” sambil lirih juga kuklaksonkan mobil agar mereka tidak terganggu hatinya : “bbbipp … ” . Aku selalu mempelajari perasaan mereka walau dari sekedar membunyikan klakson. Yess, !!!!! …. Berhasil … mereka keluar rumah dan menghampiriku. Pelan pelan kuinjak gass … gleser …. gleser … bak nyopiri pejabat sebagai awalan meraih hati mereka. Kadang aku menggobologgan diri agar mereka mem bully. Aku rela di bully demi kebahagiaan mereka.
Masih sunyi juga : “makan apa sshhhh ssa saa .. sayang?”
Jawabnya satu kata bahkan setengah: “tsrah” (terserah). Kuputar cd lagu masa kini itu agar tidak senyap : “hello …” aku ikut bersendu biar gaul … walaupun sejujurnya telingaku lebih suka dangdut. Sampe juga di ayam krispi sejuta umat. Kuletakkan hp dimobil dan bergegas menuju konter.
Di depan kasir kutawarkan: “makan apa nak?”
Yang satu jawab “tidak!”
Satunya : “apa!!” Sambil menatapku legit …
Sedangkan Isteriku memesan produk baru namanya winger.
“Mas,! aku pesan 4 paket ayam original” nadaku tegas.
Istriku kembali bertanya : “untuk siapa?” …
“Ya aku to!” Sahutku sambil anak2 melirikku.
Tapi mas kasir menyampaikan bhw utk pesanan paket itu harus menunggu 25 menit. Tak apalah memang kami ingin berlama lama bersama keluarga.
……… 20 menit kami duduk ……. tanpa komunikasi ……. yang satu asyik dengan game dan yg satu sibuk selfie. Tak sepatah pun kata terlontar. …..
Masih ada waktu 5 menit, aku putar otak dengan menyelami mereka. Kumainkan 5 gelas Air minum, kentang dan nampan seolah olah mobil teroris. Mulai menggila: “rem … rem .. ngengg … titit titit … tabrakan …. rem ..remmm .. duar!!!!!!! ” … ” duar … cu .. cu … ” pokoke koyo wong bloon tenan. Apapun kulakukan.
Kaget dan seneng rasanya anakku bisa tertawa lepas : “Ha .. ha … ha… ” keras dan pecah kesunyian sambil orang2 memandangi keatasku.
Modiarrr tenan …. Ternyata mas pelayan sudah berdiri disampingku sambil tersenyum melihat kegilaan dengan membawa pesanan 4 paket ayam original favorit keluarga kami. Langsung spontan anakku berebut : ” aku ini!! … aku ini !!… aku dua !!…aku yg itu !!!…. enak banget !!!…. punyaku habis !!!… minumku ini … !!!”
Ya sudah papa separo saja, ntar papa pesen lagi saat mau pulang. suasana menjadi riuh walau hanya 5 menit. Lega sudah dan akhirnya aku ke kamar mandi. Memang sengaja kutahan kencing itu sedari sore dan belum mau kencing sebelum membuat mereka bahagia. Yakin, aku memang tolol … ngapain juga ya ….
Sebelum pulang aku ke kounter lagi untuk memesan. Kasir menjawab : “maaf sudah tutup dan sudah habis, sebab 4 potong tadi khusus dibuat untuk keluarga bapak”
Kami pun pulang. Ngeng …. ngeng … ngeng …
Sesampai dirumah ku ditinggal lagi. Belum selesai parkir, anak2ku sudah di kamar masing2. Indahnya hari, semoga tak pecah oleh air mata.

buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s