The Hunger Games

#Roadtokoeswomuseum
===============

Dapat kiriman video dari emak (baju pink orange) sedang main bonang. Bangga sebangga2nya pikiran be north be south (ngalor ngidul) ingin menstatuskan utk anda.

Keteladanan beliau bener2 menginspirasiku, aktif di berbagai kegiatan pelayanan gereja dan masyarakat. Pun aktif nyumbang wong mantu dan cari duit sendiri. (Bukan pensiunan) He he …

Konon sepeninggal ayahku, emak diwarisi 5 putera pendhawa.
Layaknya film “the Hunger Games”, saat itu kami harus berjuang utk bertahan hidup dalam sebuah capitol dan emak sebagai katnis everdyne (pejuang wanita). Target kami adalah (minimal) pendidikan sarjana. Sulit bagi kami dari distrik 12 (kasta buruh) yg hanya bermodal semangat kerja keras.

Bangun pagi ke sekolah bawa termos es utk dititipkan warung, sedangkan emak menjajakan bensin eceran dan dagangan gorengan sambil menerima jasa jahit.
Pulang sekolah kami istirahat se bentar setelah itu kelontong tutup dan mulai aktivitas bungkusin es bareng kakak adik utk kami setor2kan keesokan paginya lagi. Semntara emak yg bikin adonan. Kira2 15 baskom lebih perhari kami kerjakan utk jadi ikatan es lilin kecil. Seakan emak gak tega melihat kami, kulihat dari caranya menoleh sembari menahan linangan air mata. Demikian pula kami, tak tega lihat tangan emak menahan bekunya es.

Itulah rutinitas yang musti tergenabi saben harinya hingga kami berlima tuntas kuliah. Kecuali aku yg mogol gak tuntas.

Hidup ini keras, berkaryalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s