Polesan Suara

sengsaraMu_o_Yesus

akibat_dosaku

Pada sebuah kapel mungil di desa yang terpencil, dulu sungguh ikut tersedu-sedu jika bertugas mengiringi nyanyian ini.

Dengan lead voice klarinet dan layer string pada permainan jari kanan. Sedangkan tangan kiri di setting lirih pipe orgen untuk mempertajam harmoni dan memperkuat devosi. Dimana bas pedal lupa voicenya apa yang jelas melangkah sesekali menggelegar menggetarkan kaca di nada A. Iya, … karena ayahku pakarnya sound system tata suara. Hingga memoles permainanku menjadi tidak apa adanya. Dinamika ayah seperti tersambung bluetooth dengan imajinasiku. Padahal hanya audio rakitan terbuat dari kayu.

Dalam angan berimprovisasi bak musisi besar. Dengan tanpa not balok karena nggak kenal. Tapi sudah familiar lagu itu karena bolak balik mendengar pasio ‘matthaus passion’ bwv 244 karya JS Bach hingga pita kasetnya pudar. Cover kaset yang lusuh berwarna ungu tua.

Kumainkan lagu itu : ‘O Haupt voll Blut und Wunden’

Kini kudapatkan melalui postingan fanpage dengan iringan dan penyanyi solo yang simpel. Menarik dengan bahasa arab hingga kutempel di dindingku ini. Oh … menusuk kalbu, mungkin hanya Tuhan yang tahu. Karena ku tak dengar dalam liturgi.

Ung, 11.03.19 02.00

#jam_semene_iseh_sedeku

Btw masih mimpi event menggelar konser ‘matthaus passion’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s