Mas Darno Out of The Box

EO Ndeso

Teknologi konstruksi semakin mutakhir, dari jaman batu, besi, hingga jaman now aluminium. Bukan berarti yg konvensional lebih buruk, faktanya candi Borobudur masih kokoh berdiri.

Adalah mas darno, yang SD pun tak lulus secara sengaja kusandingkan dengan para master desainer dan sarjana tehnik dalam sebuah team produksi event kami.

Walau tak selalu idenya benar, namun pola pikir out of the box kadang sangat menginspirasi.

Kudengar sendiri kala itu saat terjadi perdebatan antara produser sebuah acara TV, property, vendor riging, vendor led dan kepala produksi tentang pemasangan hardset bando LED.

Bagi mereka semua (kecuali mas darno) tak mungkin pemasangan hardset tsb. Selain faktor teknis, safety, juga karena waktu yg sangat mepet.

Kulirihkan kepada mas darno : “bagaimana? Bisa diatasi?”

Jawabnya : “bisa pak”

Ayem, adem pikirku dan aku pun mendukungnya meski tak paham apa yg dia rencanakan. Ya karena sudah hampir 10 tahun kami bersamanya sehingga kupercaya soal ini.

Team property sebuah stasiun TV mendekatinya seraya berkata : “mas darno, nanti kalau atasan kami suruh pasang hardset itu bilang saja tidak bisa ya?”

“Bisa kok mas” tutur darno polos.

Datang lagi kepala produksi team kami dan panik : “ndrong kowe ki piye, dijagakke kok. Kae kabeh dho omong yen ora mungkin iso terpasang. Kok kowe muni iso. Jane piye to … rasah janji janji. Gek aku wae bingung carane kok ?”

“Bisa pak, tak rampungkan ini dulu” : jawabnya lagi.

Akhirnya semua kupertemukan bincang2 cantik dalam satu forum.

Vendor riging : “saya tidak mau rigging dibandoli beban seberat itu”

Vendor led : “karena anda sudah terlambat, jika ada apa2 dengan led harus ganti. Lagian kabel riskan konslet jika ada pnyangga besi, led nggak mau kebebanan seberat itu”

Produser : “hardset harus kepasang, dan tidak boleh ada penyangga sekecilpun yang terlihat”.

Kutanyakan yg terakhir kali : ” bisa pak darno?”

Ujarnya kembali : “bisa pak”. Membuat mantep hati saya.

Akhirnya mas darno pun bergerak, hanya memanfaatkan sisa usuk untuk membuat penyangga dan ditempatkan disela-sela kabel led. Usuk agar tidak konslet dan berdiri mandiri diatas lantai.

Setelah penyangga selesai, barulah hardset dijunjung secara gotong royong utk dinaikan.

Simpel dan ndeso memang, namun diluar pemikiran saya klo ada solusi seperti itu yang nggak kebayang.

Tak ada property yg terganggu. Acara pun berjalan lancar. Berkat mas darno yg nggak paham apa itu show off.

Lagi lagi eo ndeso.

buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s