Kamis Putih

roadtopaskah2018

Kamis yang seharusnya putih

Tak secuil nasipun masuk ke dalam tubuh kami berlima sejak pagi. Dan baru kami isi saat kutuliskan status malam ini.

Jiwa raga lapar, dahaga pun mendera, merindukan merpati membawakan roti tak ber-ragi. Apa daya terlanjur dosa lama.

Tak ada manusia yg sempurna.

Kuajak anak2ku melihat mereka. Disini mereka berdoa menyambut Allahnya dalam senja di uluwatu. Bukan sekedar pertunjukan, kubayangkan tempat ini Taman Getsemaniku.


“Selalu berdoalah nak, … tetap menjaga komunikasi dengan Allah supaya perjalanan kita di dunia diberkati” pesanku.

Sesampainya dirumah kumenuju kamarnya hendak kubasuh kaki mereka seraya merintih : “maafkan orang tuamu ini”.

Sayang mereka tak mau.

buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s