Kamar anakku

#anak2ku

Kamar #Si_Thole_genduk_dan_ragil

“Uuunnn (edmun), … iiiigggh (reibecca), … eeeeyyyyy (jeje) …” adalah teriakan kepada tiga buah hatiku setiap kali kupulang. Maklum harus sekeras mungkin karena kebiasaan mereka yang keasikan dikamar masing-masing.

Kali ini mereka serempak tiba-tiba menjawab : “apa….!!!!!!” kulihat sambil menongolkan kepala dari atas lantai.

Sambutan yang hangat dan kuhampiri mereka keatas dalam sebuah ruang keluarga. Selanjutnya kusampaikan demikian : “Nah, begini dong ngumpul kan enak. Btw, tumben kalian pada tiduran bareng disini?”

Thole sulungku berucap dengan tanpa ekspresi secara singkat : “Kamar banyak rayap” sambil sibuk dengan gamenya.

Kemudian Gendukku yg baru baca novel bilang sambil bermanja : “kamarku bocor, tempyas dan habis itu ada tanah-tanah yang nempel, terus kalau sudah mengering jatuh. Habis itu catnya luntur bikin nggak nyaman di kamar … bla … bla … “

Si Ragil yg asik bermain mobil2an memenggal kakaknya dan dengan lantang berteriak : “kamarku itu lho, lebih parah … super parah, masak springbed hilang kasurnya. Tinggal kawat-kawat saja, kaya robot saja dudu menungso. Suruh tidur diatas spt ini !!” Sambil menggeretku menuju kamarnya secara nggak sronto. Seperti itulah daya ledak si ragil yang tak pernah pegang gadget.

Kutengok satu per satu memang demikian. Kasur si ragil tersisa kawat dan busanya anjlog, jadi memang tidurnya diatas kawat. Sedangkan kamar si genduk kuingat memang plafonnya dulu dari kayu sengon, sehingga saatnya melapuk karena atapnya bocor.
Kamar si Sulung Thole banyak rayap yang berasal dari almari yang terbuat dari partikel. Mungkin partikel yang terkena lembab. Jadi almari mau ambruk karena dimakan rayap.

Kusampaikan kepada mereka sambil tiduran : “hal membeli bukan perkara mampu atau tidak mampu, pelit atau tidaknya, namun selama masih bisa diperbaiki tetep dipakai saja nggak usah beli yang baru” Alhamdilah mereka mulai memperhatikanku. Kulanjutkan : “Biasanya, orang yang di masa mudanya suka beli barang-barang yang nggak berfaedah, nanti di usia tuanya justru akan menjual aset-aset yang sebenarnya masih dibutuhkan” ucapku.

“Kalau tiap tahun ganti hp baru itu berfaedah nggak” celetuk mereka yang kutahu itu menyindirku.

Kujawab : “itu tuntutuan pekerjaan, dimana harus selalu cepat dan up2date”

Serempak mereka koor 3 suara : “ooooo … oooo …. oooo …. gitu ya”

Selanjutnya kupanggil sahabat-sahabatku yang ahli pertukangan mbah pur, mas gondrong, roni dan nawawi untuk memperbaiki kamar-kamar tersebut. Sementara aku terlelap tidur di #sofa_merah_bawah_tangga.


Jam 00.00 kumenuju kamar mereka,
Kulihat si Thole yang selalu tidur tanpa baju tanpa pendingin dalam terangnya lampu sambil mendengkur. Kuintip si Genduk yang lelap dalam kegelapan dan berselimut tebal. Sedangkan Si ragil, dari luar sudah kudengar dengkurannya, kubuka dan kulihat ia seperti melek (buka sedikit mata) dalam nyenyaknya.

Dalam linangan air mata kuberucap : “Terima kasih Tuhan atas harta yang tak ternilai ini, kan kujaga mereka sepanjang rentang umurku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s