Kagol

#Anak2ku

Tadi siang si sulung datang ke tempat kerjaku. Dia tiba2 nyelonong tak sepatah katapun sambil menghampiriku tanpa senyum. Ku tahu itu bahasa rindunya. Seketika berdiri dan kuajak keluar cari makan, karena sedari pagi aku pun belum sarapan. Pergi ke rm padang kesukaanya yg berada di seberang alun2 lama, pengganti sop cakar mas yang tadi pagi tutup saat kusambangi. Sampai depan warung tak mau turun dan hanya selembar kata keluar dari ucapanya : “nggak mau makan, aku puasa”. Kuputar balik dan kembali melanjutkan aktivitas kerja. Gagal lagi acara makanku.

Perutku semakin gak bisa diajak kerjasama, kuputuskan pulang sesaat kemudian dan ketemu si bungsu. “Ayok makan ikan barakuda” ajakku. Kuyakin dia mau, tapi apa jawabnya: “aku mentahnya saja, minta uang makanku, mau beli tiket dangdut di ambarawa, hari ini jihan audy yang tampil” dan kuyakin itu gak bisa ditawar. Kesekian kalinya, gagal maning acara santapku.

Beberapa saat kemudian putriku yang nge kost kirim pesan lewat hp mamanya kalau laper mau makan. Ku iyakan dan kebetulan perutku sudah siaga satu laparnya. Ndelalah persis jam buka puasa, maka kupesankan : “Iya ayok makan bareng, setelah jam buka puasa ya biar nggak rame warungnya” pesanku kepadanya. “Ya papa”, jawabnya.

Kutunggu, bahkan hingga selesai imsak tak kunjung datang. Tanpa pemberitahuan, terpaksa kutinggal pergi cari sate balibul di jl a yani ungaran. Setengah perjalanan putriku telepon : “jadi nggak pah makannya?” Kujawab agak ganggam : “iya, iya ayok ke sate balibul, pa2 dah otw”

Sesampai disitu ternyata warung sudah tutup dan habis. Kutunggu sejenak putriku, sementara perutku mulai protes keras. Tak kunjung ada kabar kehadirannya. Dan kuputuskan cari tempat makan lain sambil kukirim pesan : “balibul tutup, pa2 ke warung bebek marten mapagan ya, kutunggu”. Kupesankan kesukaanya ayam goreng 2 porsi untuk istri dan putriku.

Teleponku berdering dan kuangkat. Waduh, terdengar gak enak bicaranya. Intinya sudah kagol. Nggak mau nyusul. Nggak mau makan. Bla… bla … bla … Andai mereka tahu apa yang sesungguhnya terjadi tentang kisah perutku yang sejak tadi pagi tak terisi.

Singkat cerita udah ngambek gak mau datang. Kubungkus makanan itu dan kubawa pulang. Ealah, saya sampai rumah dia kirim foto posisi di rm bebek marten.

Terima kasih Tuhan, perut ini kenyang dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s