Anamnese

Hanya Minoritas yang paham lagu Mayor ini

Lusa dikagetkan datangnya serombongan teman SD dan SMP. Tak ada temen kuliah karena hanya STM jenjang pendidikanku.

Ada kisah menarik saat berbagi cerita kisah di bangku SD,
Mungkin kala itu guru sedang malas atau nggak mood hingga tiba-tiba jam pelajaran diisi dengan menyanyi maju satu per satu di depan kelas.

Adalah hal yang paling kusuka, dimana aku bisa melengkingkan pita suara dengan nada2 tinggi nan melankolik. Jika dulu sudah ada ajang selayaknya ‘indonesia idol’, mungkin aku judika-nya. Duar ….

Namun bisa jadi petaka bagi sebagian murid yang tidak bisa berdendang. Serius, … ada yang ngompol, … ada yang hanya diam seribu biasa, … ada pula yang nangis, dan … rata2 menyanyi fals itu sudah umum.

Temenku yang satu ini dia tidak fals ataupun ngompol,
Saat tiba gilirannya, dia maju dan berdiri mematung seperti dalam doa, muka memerah seram mulai memandangi kami menjadikan semua terdiam. Dalam keheningan dia pecahkan dalam nyanyian kidung ekaristi :

“Endah agung kekeraning pengandel :
Seda Dalem kawula wartosaken,
wungu Dalem Kawula akeni,
rawuh Dalem malih,
kawula antu-antu”

(Ini lagu anamnese liturgi katolik)

Kami semua menjawab : “Amin”

Antara terlalu religius atau nggak punya stok lagu yang jelas dia lugu, nggak ngrasa malu ataupun merasa membuat lelucon.

Indahnya masa itu. Selamat hari Minggu.

buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s