TRAGEDI TOILET (part-2) Ring

Siang itu kondisi darurat di lapangan saat event, perutku tak nyaman berasa mau bab. Bingung tak ada pilihan lain kecuali wc satu satunya yang tanpa pintu itu. Padahal suasana rame banget oleh anak sekolah sedang melihat pameran yg kami gelarkan.
Tak kehilangan akal, aku lihat temen2 baikku yang lengkap dengan atribut standar event, ht, papan cek list, helm, id card dan personal toolkit.
Kepadanya aku panggil sobatku tersebut: “mas Gondrong aku mau ke wc tapi pintu tidak ada. Tolong bisa dibantu keamanan di ring 1 depan pintu tersebut. Jangan sampai ada yg masuk. Tugasmu cegah orang yg mau masuk”.
“SIAP!!!” , sahutnya cekatan.

Aku lihat lagi ada temenku mas Iuz Ikvers Mahadewa kebetulan yg paling dekat dg lokasi. Kubisikkan : “mas, darurat sekali perutku sakit, tolong jagain tempat ini ya. Kalau lihat ada yg mau ke wc stop dulu. Anda cukup memantau saja dan sampaikan mas gondrong jika ada yg mau ke wc. ”
“Iya pak!.” Sahutnya lantang. Dan kusebut itu ring 2.

Begitu aman aku masuk wc dan siap “action” dengan tgn kanan pegang ht.
Masih ragu aku utk “pelepasan” pertama, aku pastikan dulu keamanan luar. Akhirnya aku manfaatkan ht tersebut utk koordinasi.
“Bagaimana ring 1 ring 2 apakah kondisi aman??”
Jawab Ring 1 : “aman pak dik”
Jawab Ring 2 : “terkendali”

…… duarrrrr ….. apa yg terjadi??
Saat aku ngeden melotot, tiba tiba didepanku persis ada anak putri berseragam sma berteriak : “whuaaaaaa!!!!!!! ……!!!!”. Akupun juga melongo dan berteriak yang sama. “Whuaaa.. !!!!” Htku jatuh, hpku juga lepas celana pun juga terjatuh. Suasana jadi kacau balau. Lucunya lagi, anak itu tidak spontan keluar, kilasan 5 detik sempat memandangi dari atas kebawah bagian saya sambil mlongoo juga.

Tak kulanjutkan dan rasa itu jadi hilang. Akhirnya “kupenggal paksa” dan kubereskan sebelum aku panggil sobat terbaik dalam hidupku tersebut.

Kepadanya kusampaikan lirih : “Masssss …. , bagaimana ini semua bisa terjadi???”.
Jawab Ring 2 : “saya sudah melihat gelagat itu pak, namun anak itu kondisinya berlari kencang dan saya sudah berteriak ke ring 1. Saya pikir ring 1 bisa menghalau.”

Sahut Ring 1 : “tangan saya yang satu pegang ht, yang satu pegang hp pak dik, sudah saya cegati. Lha kok malah terus nyelonong”.

“Ya, terima kasih sobat” : sahutku.

Aku masih hafal betul wajah itu. Aku cari dari kejauhan muter2 nggak ada. Mau nanya juga aku gak berani. Akhirnya dapat isu dr guru pembimbingnya bahwa ada yg ijin pulang sakit. Cuman aku penasaran apa yg ia pikirkan ttg kejadian tadi? Syok kah? Senangkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s