TRAGEDI TOILET (part-12) berolah seni

Toilet 12 : berolah ‘seni’
=================

Pagi setelah bangun tidur dan saat perut masih kosong kuminum air putih sebanyak mungkin, bisa jadi hingga 4 sd 5 gelas besar. Kulakukan sebagai upaya agar raga ini bisa bertahan bakoh di usia.

Efeknya setelah minum, sejam kumondar-mandirkan batangan vital ini ke toilet untuk kencing terus menerus.

Minum baru kuhentikan setelah kupastikan air seni benar-benar tidak #berasa dan tidak #berwarna.

Saat kusharingkan rutinitas itu, seorang teman berseloroh kepadaku: “Bagaimana cara untuk mengetahui air itu tidak berasa? Apakah …. “

Kusahut cepat : “Iya, … benar apa yang kau bayangkan, pastinya kujilat. Demikian halnya kita saat mencicipi masakan. Dulu disaat awal aku mencicipinya berkali-kali, namun setelah berpengalaman kini tidak lagi. Sekarang cukup sekali yaitu saat sudah bener2 jernih tidak bau, dan tidak #berwarna”
Saat air sudah tidak berwarna, biasanya rasanya pun tawar tak ada manis asinnnya sama sekali. Pun juga tak pesing. Sama persis air putih. Yakin… aku berani bertaruh.

Kujelaskan malah kian bingung dan spaneng hingga berucap demikian : “sik … sik to, … aku rada bingung. Bagaimana panjenengan meyakinkan kejernihan air ‘seni’ hingga tidak berwarna itu kangmas?”

Sepertinya orang ini kritis dan logis dan kujawab saja apa adanya : “simpel, …ambil gelas kaca dan tuangkan air senimu disitu, masih gak paham ya kebangetan”.

Keingintahuanya semakin menjadi disaat moodku mulai sirna dan ia pun bertanya lagi : “Apakah kangmas pakai gelas khusus ataukah tidak”

“Iya aku pakai gelas khusus, selalu kusendirikan takkan kusandingkan dengan gelas yg lainya kemudian kucuci sehabis kutuang air seni itu” dia tambah panik dan melotot.

“Yahhh …. namanya manusia ….. kadang lupa dan gelas yg kupakai berbaur dengan gelas-gelas lain. Tapi itu kuyakinkan hanya sesekali. Sebab kebetulan aku punya beberapa gelas yang sama.” Kulanjutkan penjelasanku dan berharap menghentikan obroloan ini.

Mukanya memerah bermuram durja dan berdiri tegab : “Kemaren saat kangmas merayakan ulang tahun, saya ambil gelas bening dirak depan kamar mandi, sepertinya gelas itu sendiri, dan aku ingat sekali tidak bersanding dengan gelas2 lain. Kemudian kutuang air putih dan meminumnya. Apakah itu berarti … !!!!!”

“Iya, itu gelasnya. Tapi sudah … sudah lah …. nggak bakalan mati nggak sah dipikirkan. Banyakin saja minum air putihnya setiap pagi. Kudoakan sampeyan sehat terus. Amin.” Ucapku melerai ketegangan.

Bagi handai taulan yang ingin bertandang ke hunianku, sebaiknya anda bertanya dulu ttg gelas itu jika disedu teh ataupun kopi memakai gelas seperti itu. Atau tak usah meminumnya nggak apa. Kupaham …

Bagi yang sudah terlanjur atupun bahkan lebih dari sekali, silakan boleh marah cukup di dinding ini saja.

Jangan lupa perbanyak minum air putih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s