Rokok

orang bodoh ngrokok, orang pintar minum jamu

“Istirahat ditempattttt … grakkkkkk!!!”, komando sang pemimpin upacara.

Pidato upacara itu sedikit mencuri perhatianku tatkala pembina menasehati ratusan siswanya. Terdengar dengan jelas karena corong toa persis mengarah menggetarkan membran telingaku.

Begini pesan itu : “anak yang merokok biasanya tingkat pendidikannya rendah, dan orang tuanya pun di rumah pendidikannya rendah pula” katanya menggebu sambil menegaskan bahwa itu data survey. 🤮

Barangkali ada yang memberi kode, mengingatkan, sehingga pidato tiba2 selesai dan kembali pasukan disiapkan : “ciapppp … grakkkk …”. Mungkin mic jatuh “glodak …” kabur kanginan. Dan disahut mc acara selanjutnya.

Mendengar pidato itu kok ‘agak fals’. Terlalu memaksakan gagasan dengan opini rokok dengan tingkat pendidikan. Tapi rapopo, aku rapaham. 😇

Walaupun anak saya perokok, cocok dengan pendidikan saya yang sangat rendah, tapi saya bukan perokok lho gaes. 😷

Jika sudah harga mati mencekoki masyarakat ‘merokok dapat membunuhmu’, tutup saja semua peredaran rokok di tanah air dengan segala perdebatannya.

Atau di undangkan dalam RUU KUHP mumpung masih kejar tayang. Merokok didenda 1 juta sama dengan menggelandang pun 1 juta 🤪. Jadi yang tak sekolah ngrokok dan menggelandang kena 2 juta.

Yang pintar minum jamu tolak apa itu, yang bodoh ngrokok saja.

Ahhh, … ternyata kodratku di kasta berpendidikan rendah, merokok saja ah. 🤠

buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s