Lampu seinmu dan seinku

Hampir 2 km membuntuti wanita matang usia itu. Sepanjang jalan dia menyalakan lampu sein isyarat belok kanan.
Sengaja aku nggak mau mendahului krn alasan keselamatan. Sudah ku klakson dan dim, namun tetaplah tidak tersampaikan, justru keadaan balik membahayakan.
Ingin kubuka kaca mobil dan kuteriakkan ‘goblog tolol’, tapi aku urungkan.

Begitu dia berhenti didepan toko tetep dengan sein kanan, kusedikit menepi membuka kaca mobil seraya teriak : “bu, perhatikan lampu seinnya. Kalau jalan yang benar. Membahayakan!”. Nampaknya ibu tersebut ketakutan.

Kembali kutancapkan gas mengejar ketinggalan tadi.

Dari arah kanan aku sudah dipepet mobil solar dengan kernet yang meneriakiku kencang : “bisa nyopir nggak! Dari tadi lampu sein nyala. Bikin bingung!!”.


Ternyata justru lampu seinku yang juga berkedip dari rumah tadi.

Instropeksi diri

buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s