‘Cloud’ keluargaku

roadtokoeswomuseum

1001 angan tersimpan di setiap sudut rumah induk kami. Tempat ini bagaikan ‘cloud’ milik trah keluarga. Cukup kupandangi suatu tempat di sekitar ini, maka akan terunduh memori petuah entah dari kakek nenek atau ortu kami. Sungguh asyik menyegarkan hidup ini.

Semalam kufokus pada sudut emperan itu yg ingin kudownload. Untuk menujunya, tamu perlu menaiki 11 anak tangga batu selebar 2 meter dari sebuah sumur tua di lahan mbah carik yang hingga kini masih sering diberi sesaji.

Ya kuhapal, waktu kecil kusengajakan naik turun menghitungnya saben hari.

—————–
Teringat tamu itu datang membawa sesuatu dalam balutan taplak meja saat berbincang akrab dengan ayah.

Kemudian sesudahnya tamu pun duduk. Tak lama berselang kulihat nenek menyuguhkan teh hangat. Sementara yang kuamati ayahku membuka balutan tadi. Tak lain berisi radio rusak untuk diperbaiki.

Ayah yg berprofesi sebagai tukang servis radio menganalisa sebentar untuk sesudahnya bertawar kepada tamu : “mau ditunggu atau ditinggal, ini kerusakan ringan, ongkos sekitar 2000 rupiah”

“Ya, saya tunggu saja” jawab pelanggan itu.

Kusengajakan hari itu untuk benar2 menyelami pekerjaan ayahku. Tak kan kulewatan sedikitpun gerak gerik ayah. Kuselidiki mulai dari membongkar pcb radio hingga merunutkan sumber daya dan arus.

Multimeter merk sanwa selalu jadi pedoman sambil berkalung headset. Sementara sesekali tangan menjingkat ‘kecanthang’ patri timah panas.

Tambal sulam transistor dan dioda. Berolah rasa dengan warna warni resistor tentang berapa omega. Tak banyak IC waktu itu, hanya menebak2, maka timbul ledakan2 kecil kapasitor. Duar … kertas isi kapasitor menyembul keluar.

Saking fokusnya pengamatanku, tamu pelanggan bersapa kpd ayah seperti ini : “Itukah putra yang akan dijadikan kader meneruskan usaha reparasi ini?”

Spontan dah lugas ayahku menjawab : “tidak satu pun anak yang akan saya kaderkan untuk pekerjaan ini. Biarkan mereka bertumbuh kembang sesuai minat (passion) masing-masing” terangnya.

—————-
Dan nyatanya tadi malam kami yang duduk bertiga disini pun tak ada yang se profesi dengan ayah.

Janaka berolah seni dan management.
Nakula konsisten di pelayanan kesiswaan.
Sadewa bergulat dengan kilang minyak.

Desainlah hidup kita! agar suatu saat akan jadi ‘cloud’ yang layak untuk di unduh anak cucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s