Ayahku

roadtokoeswomuseum

Dibalik kesibukannya, masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama kami. Walau harus dimaki tamu yang masih antri.

Dibalik realistisnya, masih melonggarkan diri untuk selalu mencari tempat ziarah. Berdiam diri membatu bersama bebatuan altar sebuah gua.

Dibalik tempramentnya, masih ada kelembutan untuk berbagi dan melayani. Berbagi listrik, berbagi telekomunikasi, itu salah satu caranya.

Dibalik kecerdasannya, menyisakan kebodohan dengan sengaja membiarkan penyakit bersemayam menggerogoti tubuhnya. Apa maksudnya?

Tak nampak tua dan lelah, tak sampai keriput tulang pipinya, beliau sudah tinggalkan kami.

Kini kami jadi tahu artinya perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s