Piring Terbang dari Negeri Babi Guling

Piring Terbang dari Negeri Babi Guling
===============================

Baru sepekan kami di kota Bali sudah sok2an peduli bahaya limbah plastik. Sebuah pulau kecil dengan penduduk yang sangat padat wisatawan, perputaran dolar pun sangat tinggi. Demikian juga sampah anorganik plastik yang kian menggunung. Pemda Bali tlah mengeluarkan fatwa larangan penggunaan kantong plastik, sedotan, dan steorofoam. Kita2 wisatawan ikut kena imbasnya musti menyesuaikan.

Berawal kemaren saat belanja di toko kelontong, setelah bayar si kasir bilang : “maaf gak tersedia kantong plastik”. Kujawab : “baiklah non” sambil menggerutu. Tahu sendirilah, tanganku yg buntung harus menenteng belanjaan yg lumayan banyak. Yah akhirnya ‘nggregeli’ ambyar, 3 kali bolak balik ke mobil. Kunikmati prosesnya, seru juga.

Pada akhirnya kami putuskan belanja online saja. He he he … biasanya begitu driver datang kusahut belanjaanya dan selesai dah tinggal kasih point bintang. Tapi kini pake tas kain masnya dari gojeg. Dari ujung pintu terdengar klakson dan kudekati ternyata masnya gojeg : “pak tasnya mohon dikembalikan lagi”. “oiya lupa … maaf” sahutku kalem. Kerenn …

Keesokanya kami diundang rapat utk koordinasi tentang perhelatan sebuah event. Tumpukan gelas sudah berbaris, tak ada lagi botolan aqua. Makan pun tidak dalam dos tapi piring. Yakin, sumpah sungguh nikmat dan menjadi kian akrab suasana ramah tamah kami. Yang kulirik piringan babi guling namun sayang tak tersedia.

Setelah itu pulang, kok ya lihat video gubernurku ngevlog buat himbauan agar bingkisan kurban jangan memakai kantong plastik kresek lagi, tapi besek bambu dan daun pisang sbg alas. Seperti berkatan tempo doeloe. Rupanya selepas kongres partai terbesar di bali ya, jadi ketularan peduli go green. Lanjutken pak, kami dukung …

Ekspektasiku terlalu tinggi, kukira kita akan melesat terus menggilas jaman. Sampah plastik akan terurai oleh teknologi mutakhir masa kini. Berandai-andai jika plastik akan menjadi konsumsi manusia berbentuk capsule dengan segudang nutrisi. Kita akan berbaur dengan makhluk luar angkasa dengan naik pesawat piring terbang. Zaman semakin maju dengan tekhnologi mutakhir 4.0, 5.0, 7.0 dst. Tapi ternyata tahluk pula oleh plastik.

Yeahhh … akhirnya kita akan menuju jaman ‘piring terbang’ beneran. Nasi tak lagi berkemas dos/ stereofum, namun dalam piring yang diedarkan (piring terbang). Masih usumkah ditempatmu tradisi nasi piring terbang spt ini? Berbahagialah, karena tiba saatnya tempe, lontong, dan tape ketan berbungkus daun pisang lagi.

#buntungsuwung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s