Listrik Mati : hanya kekecewaan kecil

Listrik mati : #kekecewaan_kecil

Sebenernya kesel juga sih jika saluran PLN mati. Entah karena ada perbaikan ataupun gangguan alam. Namun kalau bisa legowo itu adalah kekecewaan kecil. Bisa saja diatasi dengan genset ataupun penyimpan listrik lainnya. Belum lagi komputer rusak, data hilang, kulkas gak dingin, dll. Stress malahan. Biarkan saja agar terjadi keseimbangan dan tak usah memaksakan diri repot melawan ini. Ikuti saja alurnya. Apalagi hingga ngamuk2 ke petugas PLN. Toh paling hanya beberapa saat saja. Kecuali memang ada acara yang terencana, itu lain hal.

Temukan kebahagiaan lain dibalik putusnya sambungan listrik.

Semalam sesaat setelah listrik padam kumenuju sofa sudut merah bawah tangga serta membawa lilin. Haryo Wangi Sangkanparan sahabatku pun sudah disitu.

Ketiga anakku berteriak dari dalam kamar : “pak, pak, pak, gelap”

Kujawab : “iya, kemari”

Satu persatu mereka keluar dari sarang kamarnya dan datang mendekati lilin satu2nya sumber cahaya di depan kami. Sunyi tanpa suara, tv tetanggapun tak terdengar juga. Hanya besutan pohon dan hembusan angin serta suara2 katak dan spesies lainnya menambah suasana malam jadi seram. Pelan2 batere hp mereka habis, dan kumulai bercerita. Perbincangan hangat dan hidup pun terjadi.

“Aku ngumpulin uang dulu buat biaya kuliah lagi” cetus si sulung.

Anak perempuanku nyeletuk : “Pake beasiswa saja kenapa?”

“He … aku gak mau kuliah ya … pingin langsung kerja” si bungsu pun memotongnya dengan nada keras.

….. duarrr …. semua teriak terkagetkan lemparan keranjangku, karena malam itu bener2 horor dan misteri, apalagi belum lama ini tetangga belakang rumah meninggal. Mereka kian mendekatiku bahkan ngamplok di tubuhku.

Hampir 3 jam kami bersama dalam satu sofa, dan semakin hidup. Semua lepas gadget lepas ego.

Sayang, tiba2 listrik menyala. Kembali ke dalam gemerlapnya dunia. Satu per satu masuk ke sarangnya lagi.

“Da da papa …” cium tangan dan meninggalkanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s