Kendang Koplo

Tak kusangka, pemain kendang dangdut bakalan nge-hits seperti sekarang. Alat musik ini adalah jantungnya musik (dangdut atau sejenisnya). Dia yang akan menentukan arah kemana nanti lajunya bit serta mempertahankan irama. Tak ada yang bisa melawan pola ritmiknya. Dulu begitu terpinggirkan dan terkesan norak jika mendengar irama kendang. Terlebih para lajang. Tapi kini lihat dan dengar histeria sobat ambyar saat mas Dory mengegas kendang koplonya.

Para orang tua pun sedari kecil mengkursuskan anaknya les piano, biola, drum, gitar dll. Sangat jarang yang mengkursuskan kendang. Bahkan arogansi player keyboard solo organ (saya lho) terkesan menyindir pemain kendang seperti ini : “kamu nggak solo kendang saja sana”? ejekku.

Kini semenjak musik koplo menggema di seantero jagad awal th 2000an, alat musik ini demikian digandrungi bahkan anak-anak hingga milenial. Hebohnya lagi kaum hawa pun mulai meliriknya. Variasi loop-loop baru dengan berbagi ‘cengkok’ yang mencerminkan masing-masing daerah. Semakin menggila karena semakin padat variasi perkusi dan ‘senggakan’. Dengar saja gema cendol dawet yang asik itu membius ribuan pengunjung.

Masih kurang puas, musik koplo berekspansi ke jalur rock, rege, dan etnis. Bahasa halusnya sih kolaborasi, padahal menurut saya dangdut ingin merebut pasar mereka. Oke, tutup mata sejenak dengarkan lagu-lagu live koplo. Nikmati saja alur koplo kemudian rock, ditengah jaipong, kembali rock, koplo lagi, dijaipongkan dan kadang dilanggam dan keroncongkan. 

Lihat juga jogetannya, saat masih dangdut standar jogetan mendayu-dayu pada setiap birama, namun begitu dikoplokan hentakan semangat hadir di setiap seperempat biramanya. Massa terurai seperti ter-urapi. Selebrasi massal bak mendapat spirit baru. Bandera2 pun mulai dikibarkan. Rasakan sensasi itu? 

Jelas, posisi pengendang sangat vital. Pamor pemain kendang semakin naik, khalayak pun menggandrunginya, harapannya honor pun juga tak sembarangan. 🤪

Tentang dunia perkendangan, sejak beberapa tahun lalu diam-diam kulihat livenya, yaitu non Mutik Nida. Kuamati kelincahannya dan semakin berkibar hingga hampir semua stasiun TV pernah menayangkannya. Yang lain pun banyak yang kuikuti via media social. Terakhir agak kaget aku, ada follower facebooku yang masih kecil di bangku SD yang rajin live dan menyapa, bagoes dwi rivanda namanya. Awalnya biasa-biasa saja. Lama-kelamaan menyita perhatianku juga kelincahannya. Dia asal Ngawi dan kemaren kulihat sudah live di acara hitam putih Trans7.

Paling heboh lagi adalah si Dory, pemain kendang didi kempot. Kini cowok tersebut viral diteriaki sobat ambyar dan kuyakin bukan karena ketampanan, menangisnya, dan membawakan lagu saja, tapi yang jelas adalah tehnik dan variasi memainkan tangan menabuhkan gendagnya. Setiap keplakan, cabikan dan lentikan jari diatas kulit sudah terukur keinginan suara apa yang dia harapan diatas pad.

Terbayang nggak, berapa pattern memori para tukang kendang berikut bitnya, dan kapan saatnya tepat dia berimprovisasi menggeret musisi dan meng’ambyarkan’ audiens?

Dan faktanya sekarang mereka beneran bisa terima job #solo_kendang dengan honor yang berlipat. Beberapa kutanyakan tentang asal-muasal keterampilannya, rata-rata bukan karena kursus atau sekolah tapi lihat youtub. Para master kendang harap was-was, new comers milenial hasil koloni yutub lahir mendadak merebut hati pasar.

Nulis ini tiba-tiba terbesit pikiran melayang keluar: “jangan-jangan irama koplo terinspirasi dari tari kecak bali ya? Simak saja akapela para penari kecak, ritmis ketukan yang dilafalkan dan senggakan standarnya mirip irama koplo” lamunku sesaat.

Eh, … kembali ke topik, saatnya pemain ‘solo kendang’ show off secara tunggal tanpa player keyboard. Minus one pake midi atau mp3. Dia yang terima job jutaan dan gua yang mainkan midi cukup dibayar 40rb.

Maaf, sekedar nulis suwung. Cah ratahu lulus kuliah. Efek raiso turu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s