Bang Rocky, pandanganku

Terlambat ku mengenal sosok ini. Mungkin aku orang awam yang gak pernah tamat pendidikan tinggi, sehingga berhasil menjadi target konsumsi gaya berpikir filsafat beliau.

Saking penasarannya kuikuti hampir semua chanel medsosnya, ig, yutub, twitter, dan fb. Termasuk gambar ini pun kucomot dari fbnya tanpa ijin.

Ngomongin filsafat gua dungu sedungunya, tapi nggak terlalu amat deh. Dulu pernah sih baca buku filsafat, tertarik tapi sulit memahami. Banyak bertebaran buku diantaranya tentang nietsche milik omku.

Ketertarikanku pada bang rocky saat beliau pidato di makassar dan mikroponenya mati. Dia bilang : “5 menit saya perbaiki bisa kelar”. Dalam hatiku berkata iyah bener, berarti paham logika dia, pre amp mik hanya terdiri dari rangkaian sederhana resistor, kapasitor paling apanya sih yg rusak. Switchnya aja kali.

Ditanya tentang wanita jawabanya : “indah sebagai fiksi dan berbahaya sebagai fakta”, gerrr … pecah punchline-nya.

Nggak tertarikku sama beliau, kalau sudah terpojok dalam argumen, bicaranya ngelantur bolak balik cari pembenaran. Ciri2nya udah mulai usil dan ngulat ngulet badannya. Tangan di saku bak orang sombong. Contoh saat ditanya tentang hasil debat pilpres pertama live di CNN, mungkin takut dipelototin dan digetak bang nusron, muter2 jawab improvisasi debat itu harusnya kaya musik jazzz … bla bla … ngelantur. Kutunggu endingnya nggak nemu dan nggak bisa klik dengan nalar musikku.

Mendengarkan alur kritis bang rocky ku dibawa ke berpikir logis, terus masuk ke dalam dan semakin menuju kebenaran atau pembenaran biar para ahli yang menentukan. Lihat saja entah kawan atau lawan pasti manggut-manggut terhipnotis oleh akal sehat (versi rocky). Tapi hati2, jika terlena bisa keblusuk dalam permainan akal sehat itu dan you akan bilang ‘akal sakit’

“Kritik itu untuk menunjukkan kesalahan. Kritik yang membangun itu permintaan orang yg gak mau dikritik” lagi2 celoteh bang rocky yang membuatku geleng-geleng, bener juga.

Manipulasi rocky gerung kadang dibalut kelucuan sehingga membuat lawan bicara tertawa nggak jadi marah. Lihat saat disanggah : “kan sudah ada di power point?” Jawabnya : “ah, power point itu kan menunjukkan kalau nggak punya power dan nggak punya point” semua ngakak habis. (lupa lengkapnya) …

Hati-hati, kata dungu, tolol, dan akal sehat yang bang rocky ucapkan adalah strateginya bertahan dalam kemarahan untuk memicu emosi lawan. Makanya jangan terpancing amarahnya, sebab semakin mudah anda untuk dipatahkan. Apalagi di ILC, itu panggungnya, nggak bakalan menang, bisa jadi dibuat bangkrut kosa kata anda.

Terkait kasus kitab suci fiksi, tak perlu ke ranah hukum. Stop lapor melapor. Tak perlu memberhangus sumbangan pikiran. Gagasan dilawan dengan gagasan. Mungkin beliau keliru pemahamannya tentang kitab suci. Tinggal dijelaskan adu argumen jangan dipidanakan. Pendengar tahu sendiri mana yang benar atau salah.

Dulu saat ada bahasa-bahasa ngawur sok intelek malah kita puja bahkan viral dengan kamus vickynisasi pun tak dipermasalahkan. Seindonesia rusak bahasanya. Sedangkan kini ada bang rocky intelektual yang kritis dibalut bahasa filosofis malah diberhangus.

Sumbang sihnya tentang kajian filsafat diperlukan bagi bangsa untuk melawan retorika para politisi saat ini yang berlomba cari popularitas. Apalagi musim kampanye seperti ini, harus muncul rocky-rocky lagi untuk menge-remnya.

Satu lagi, bagi orang yang tak pernah kelar sekolah kayak gue bangga dibela bang rocky demikian katanya : “Ijazah itu tanda anda pernah sekolah. Bukan tanda anda pernah berpikir”.

Ini gua nulis sambil mikir lho. Mikir para haters.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s